Sering kali pengguna sosial media tidak menyadari akan dampak negatif dari sosial media itu sendiri. Terutama bagi orang – orang yang seringkali menjelajah jejaring sosial media hingga lupa waktu. Ternyata hal tersebut dapat menyebabkan terganggunya waktu tidur, menggaggu kesehatan mental hingga dampak yang lebih parah lainnya.
Media sosial memang memiliki beberapa dampak positif bagi kebanyakan orang di saat ini. Seperti berbagi informasi untuk semua orang, belajar hal – hal baru, berkomunikasi tanpa terkekang oleh waktu dan jarak, hingga sebagai tempat untuk mencari hiburan dikala merasa tertekan hingga lelah. Namun, dibalik segudang manfaat yang ditawarkan sosial media tersebut, ternyata ada beberapa dampak negatif yang menunggu apabila penggunaan sosial media tidak terkontrol dengan baik.
Dikarenakan penggunaan sosial media yang terlalu lama, yang dimana hanya untuk scrolling yang tidak jelas, hal tersebut hanya memenuhkan otak kita dengan informasi – informasi yang kurang penting. Akibatnya, ada banyak dampak negatif dari hal tersebut yang akan kita bahas satu persatu setelah ini.
Berikut ini adalah dampak penggunaan berlebih sosial media yang biasanya dialami orang – orang pada saat ini:
- Terganggunya waktu tidur
Ternyata terganggunya kualitas tidur juga dapat dialami oleh kebanyakan orang, hal ini dapat disebabkan oleh penggunaan sosial media yang berlebih dan tidak terkontrol. Hal ini disebabkan biasanya oleh seseorang yang tidak memperhatikan waktu dikala sedang asik – asiknya menggunakan sosial media
Kurangnya kualitas tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan berlebih, turunnya konsentrasi, resiko darah tinggi, hingga resiko terkena diabetes.
- Menimbulkan ketidakpuasan diri
Disaat kita sedang meng-scrolling biasanya kita akan bertemu unggahan orang lain yang menunjukkan tubuh atau wajah yang terlihat ideal hal ini dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan akan diri sendiri bagi kebanyakan orang diluar sana.
Hal ini pastinya merupakan hal yang buruk, dimana terciptanya standar kecantikan yang dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri apabila tidak mengikuti standar – standar tersebut yang akan berdampak langsung ke kehidupan sehari – hari.
- Menyebabkan depresi dan kecemasan
Banyak remaja yang mengalami depresi maupun kecemasan dikarenakan emosi negatif yang meningkat yang disebabkan oleh penggunaan media sosial yang berlebih.
Hal ini dapat terjadi dapat terjadi ketika banyak orang yang memiliki perasaan tertekan yang relatif tinggi, seperti ingin selalu merasa up-to-date atau ingin membuat unggahan yang berisi gambar atau tulisan yang bagus. Dari hal – hal tersebut, banyak kalangan remaja yang merasa tertekan akan tuntutan – tuntutan tersebut.
- Menimbulkan rasa FOMO
Fenomena yang biasanya sering terjadi di kalangan banyak orang saat ini adalah FOMO yang merupakan singkatan dari Fear Of Missing Out yang biasanya merupakan kecemasan atau ketakutan berlebih akan ketinggalan sesuatu.
Di zaman ini banyak orang yang tidak ingin ketinggalan akan sesuatu, dari mulai fashion, travelling, dan yang lainnya. Namun, apabila ketinggalan atau tidak dapat mengkuti hal tersebut, dapat menimbulkan rasa cemas yang tinggi hingga depresi.
- Resiko cyberbullying
Tak sedikit anak – anak dibawah umur yang mengalami cyberbullying di jejaring sosial, khususnya di media sosial. Hal ini biasanya dapat terjadi karena perbedaan pendapat yang biasanya terjadi di kolom komentar hingga menimbulkan perdebatan atau bahkan bisa lebih parah, yakni cyberbullying yang biasanya membawa ke ranah personal.
Hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental yang bisa membawa stress, hingga yang lebih parah sampai keinginan untuk bunuh diri.
- Menimbulkan kecanduan
Banyak dari orang yang berasal dari kalangan yang berbeda dari mulai anak – anak, remaja, orang dewasa yang kecanduan bermain sosial media. Mereka seperti tidak memiliki kegiatan lain dan tampak tidak produktif. Hal ini disebabkan karena sudah tertanamnya rasa candu dalam pikiran mereka yang mungkin disebabkan oleh rasa kepuasan tersendiri saat scrolling hingga lupa waktu.
- Menimbulkan rasa kecemburuan sosial
Scrolling sosial media yang berlebihan juga dapat menimbulkan perbandingan – perbandingan yang tidak sehat. Seperti contohnya, ada seseorang yang membanding – bandingkan yang dipunyai dirinya dengan kepunyaan orang lain.
Apabila seseorang terpengaruh akan hal ini, maka hal tersebut dapat menimbulkan gangguan mental yang bisa berujung depresi, hingga perasaan tertekan, khususnya dikalangan remaja yang biasanya masih belum bisa menahan akan hal tersebut.
- Menimbulkan phubbing
Ketika sudah kecanduan akan sosial media, biasanya anda tidak mau untuk lepas atau berjauhan dari perangkat yang digunakan untuk bermain sosial media. akibatnya, akan ada rasa abai terhadap orang-orang disekitar anda. Setelah itu, anda bisa saja tidak memperdulikan orang-orang disekitar anda disaat momen-momen tertentu, seperti saat makan malam bersama, rapat, atau melakukan berbagai aktivitas berkumpul lainnya karena terlalu asik dengan sosial media yang sedang disaksikan di perangkat anda. Dampak negatif sosial media yang berupa pengabaian ini disebut Phubbing.
- Memicu kesalahpahaman
Meskipun media sosial bisa jadi cara yang bagus untuk tetap berkomunikasi dengan teman atau keluarga yang jauh, tetapi tetap saja berbeda dengan berbicara langsung. Saat menggunakan pesan teks, kita tidak bisa melihat ekspresi wajah orang lain atau mendengar cara mereka berbicara. Karena itu, bisa saja terjadi kesalahpahaman.
Dampak buruk dari media sosial ini bisa lebih parah ketika kita mencoba bercanda atau mengejek secara online, tetapi orang lain tidak mengerti maksud kita.
Akibatnya, kesalahpahaman itu bisa menyebabkan konflik, bahkan tindakan cyberbullying.
Selain itu, ada juga fenomena yang disebut streisand effect.
Ya, itu adalah kondisi di mana upaya untuk menutupi atau menghapus suatu informasi justru membuat orang semakin penasaran, sehingga informasi tersebut justru menyebar lebih luas. Situasi ini bisa memicu stres, tekanan sosial, dan membuat dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental semakin berat.
- Kurangnya privasi dan keamanan data
Isu privasi kini menjadi ancaman besar di tengah era digital. Banyak orang tidak tahu bahwa data pribadi yang mereka bagikan di media sosial bisa digunakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bahaya seperti pencurian identitas, penyalahgunaan data, penipuan, dan serangan phishing bisa terjadi. Tidak hati-hati dalam berbagi informasi sering kali membuat celah bagi berbagai tindakan kejahatan siber.
Tips pencegahan penggunaan sosial media yang berlebih
Banyak cara yang efektif mengurangi ketergantungan penggunaan media sosial yang akan dijelaskan di bawah ini;
- Terapkan pengatur waktu di aplikasi sosial media. Hal ini cukup efektif dilakukan untuk menghindari penggunaan sosial media hingga berjam – jam lamanya. Dan hal ini sangat disarankan untuk orang – orang yang ingin mengurangi screen time.
- Matikan notifikasi media sosial. Dengan cara ini, biasanya penggunaan media sosial yang berlebihan dapat dihindari. Hal ini dapat disebabkan karena biasanya banyak orang yang terbiasa meng-check sosial media mereka karena notifikasi media sosial.
- Lakukan detox media sosial. Dengan cara menghapus sosial media di ponsel untuk sementara waktu.
- Beri batasan yang dalam penggunaan media sosial, seperti tidak bermain media sosial sebelum atau sesudah bangun tidur.
- Isi waktu luang dengan melakukan hal – hal yang positif, seperti membaca buku, mencoba hobi baru, membersihkan rumah, maupun hal positif yang lainnya.
- Kurangi aktivitas bermain ponsel sebelum tidur. Kecanduan media sosial terkadang mengganggu jadwal tidur seseorang, sebaiknya hindarilah handphone sebelum tidur dan gantilah dengan kebiasaan yang lain.
- Meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan orang lain. Bercanda, berkumpul, berbincang dengan keluarga atau teman dapat mengurangi keinginan untuk terus bermain ponsel. interaksi secara langsung juga lebih bermakna dibanding berinteraksi atau bersosialisasi di dunia maya.
- Lakukan puasa digital setiap harinya. Dengan menyisihkan waktu 2-4 jam setiap harinya untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat seperti membaca, melakukan hobi, berinteraksi dengan orang lain, dan yang lainnya.
- Mematikan konektivitas data dikala menghabiskan waktu. Ponsel sering kali menjadi penghalang dalam menghabiskan waktu yang berkualitas bersama teman, keluarga, ataupun orang terdekat. Agar lebih fokus dalam menikmati waktu yang berkualitas, matikan konektivitas data saat sedang berkumpul.
- Melakukan aktivitas diluar ruangan saat waktu kosong. melakukan aktivitas yang produktif diluar ruangan seperti hang-out bersama teman, membuat sesuatu, berolahraga, jalan jalan sehat, ataupun aktivitas yang lainnya dapat mengurangi kecanduan bermain gadget.
- Peningkatan literasi digital menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif dari media sosial. Pendidikan mengenai cara menggunakan media sosial secara sehat, etis, dan aman harus terus ditegakkan, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Selain itu, orang yang terkena dampak buruk perlu mendapat dukungan moral serta bantuan psikologis dari sekitarnya.Media sosial itu adalah alat, bukan tujuan.
Jika digunakan dengan bijak, media sosial bisa menjadi sarana komunikasi dan penyampaian informasi yang sangat berguna. Namun, jika tidak dikontrol dengan baik, ia bisa menyebabkan berbagai masalah psikologis dan sosial. Oleh karena itu, mari kita sama-sama meningkatkan kesadaran untuk menggunakan media sosial secara cerdas, sehat, dan tanggung jawab, demi menjaga kualitas hidup di era digital.
Dampak buruk penggunaan media sosial terhadap kesehatan fisik maupun mental bergantung lagi terhadap pemakai dalam penggunaannya. Apabila penggunaan media sosial dapat dikontrol dengan terkendali, maka tidak akan ada dampak buruk apapun. Namun apabila penggunaan media sosial tidak dapat dikontrol, maka jelas akan menimbulkan dampak buruk pada kesehatan.
Oleh karena itu, cobalah tips – tips di atas yang diharapkan dapat mengontrol penggunaan media sosial apabila memang perlu dilakukan. Dengan begitu, dampak buruk dari penggunaan sosial media dapat dihindari.
Gunakanlah media sosial sebijak – bijaknya, kita tidak boleh terkendali atas media sosial tersebut, namun harus kita yang menjadi pengendali dari sosial media itu sendiri. Dengan hal ini, hidup kita bisa menjadi lebih produktif, bermakna, dan jauh dari belenggu negatif.
Banyak contoh dari penggunaan sosial media yang bijak seperti, dalam berkomunikasi dalam sosial media kita harus menggunakan bahasa yang sopan, berdebat dengan sehat dan menghargai orang lain dengan cara menghindari ujaran kebencian, diskriminasi, atau konten yang merendahkan orang lain. Dalam penyebaran informasi, kita harus selektif dan tanggung jawab yang dimana kita tidak diperbolehkan asal membagikan konten yang dimana harus kita cari tahu terlebih dahulu kebenarannya sebelum menyebarkannya. Upload lah konten yang bermanfaat dan bertujuan hal positif seperti, video edukasi, tulisan yang bermanfaat, atau melakukan online shopping di sosial media.
Kita juga harus bijak dalam menjaga data pribadi, dan privasi kita dengan cara, membatasi informasi pribadi kita, dimana kita tidak boleh terlalu mengumbar umbar informasi pribadi kita ke media sosial seperti, alamat rumah, tanggal ulang tahun, nomor kaleng kendaraan bermotor yang kita miliki, nomor kartu kredit, atau hal hal lainnya yang sekiranya bersifat pribadi.