Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari potensinya, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi kepada komunitasnya. kesehatan mental juga mempengaruhi emosi, pikiran, dan perasaan seseorang yang mempengaruhi cara orang berpikir, bertindak dan interaksi bersama orang lain.
Kesehatan mental yang baik dapat membantu seseorang mengatasi stres, membuat hubungan yang sehat dengan orang lain, dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Sementara itu, masalah kesehatan mental dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan memicu masalah lain seperti gangguan fisik dan kedepresian.
Dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental adalah aspek terpenting dari kesejahteraan manusia dan mempengaruhi cara kita berpikir, berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Masalah kesehatan mental dapat membuat kita kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan jika tidak diatasi dapat memberikan dampak yang sangat luas
Remaja adalah salah satu pengguna teknologi terbanyak, remaja menghabiskan banyak waktu dengan teknologi waktu yang berani dan terhubung satu sama lain. dengan adanya perkembangan teknologi secara signifikan, semakin mempermudah para remaja terutama di indonesia untuk berkomunikasi dan terhubung dengan dunia luar. Kepemilikan perangkat seluler dan penggunaan media sosial meningkat mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, remaja telah menjadi pengadopsi teknologi terbesar di dunia, contohnya di Amerika hampir semua remaja di Amerika Serikat (95%) memiliki setidaknya satu perangkat seluler sendiri dan 89% memiliki telepon pintar. demikian pula, sebuah penelitian tahun 2014 terhadap kaum muda berusia antara 9 sampai 16 tahun di tujuh negara eropa bahwa 80% kaum muda memiliki ponsel atau telepon pintar. dan di seluruh dunia, satu dari tiga pengguna internet di seluruh dunia berusia di bawah 18 tahun.
Bagaimana, banyak bukan?perkembangan teknologi pada zaman ini memiliki hubungan dengan masalah kesehatan mental. salah satu pemicu remaja memiliki masalah kesehatan mental adalah teknologi seperti contohnya ponsel, gadget, dan lain-lain. teknologi memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental manusia terlebih lagi remaja sebagai pengguna terbanyak di bumi ini, tidak hanya memberikan pengaruh yang baik tetapi juga mendapatkan dampak pengaruh yang buruk terhadap kesehatan mental manusia dan remaja jika di konsumsi dengan cara yang salah dan cara yang sangat berlebihan.
Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat memperburuk masalah kesehatan mental dan dapat memicu memicu masalah lain seperti kecemasan, depresi, dan kesepian. di zaman yang modern ini, perkembangan teknologi juga sangat mempengaruhi kesehatan mental dengan cepatnya penyebaran informasi dan akses, manusia akan dengan mudahnya mempercayai semua informasi walaupun informasi itu tidak benar. akibatnya, banyak orang yang cepat menyimpulkan tanpa mengetahui kebenaran informasi tersebut yang akhirnya berdampak buruk terhadap orang yang memiliki informasi tersebut.
Oleh karena itu diperlukan tindakan yang bijak untuk menjaga kesehatan mental dan meminimalisir dampak negatif dari perkembangan teknologi terhadap kesehatan mental penanganan secara profesional dan dukungan sosial dapat membantu seseorang dalam mengungkapkan masalah kesehatan mental remaja dan memperbaiki kualitas mental remaja secara menyeluruh.
Berikut adalah dampak dan penjelasan tentang pengaruh teknologi terhadap kesehatan mental remaja
1. Ketergantungan dan kecanduan
Salah satu dampak buruk dari penggunaan teknologi secara berlebihan adalah ketergantungan dan kecanduan pada penggunanya. ketergantungan dan kecanduan adalah kondisi di mana manusia atau remaja memiliki keterikatan yang berlebihan pada perangkat digital. contoh gadget di zaman perkembangan teknologi ini adalah smartphone, tablet, laptop, dan komputer, yang menimbulkan si pengguna sulit beraktivitas tanpa teknologi dalam kegiatan sehari-hari. penggunaan gadget yang berlebihan ini juga dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia atau remaja seperti timbulnya rasa takut, kekhawatiran, dan kecemasan akibat ketergantungan terhadap teknologi. remaja yang pengguna media sosial dan game online juga sering mengalami kecanduan seperti lupa waktu karena terlalu asyik scroll reel di instagram atau video di tiktok dan terlalu fokus bermain game dengan teman online nya untuk mencapai level atau rank tertinggi. kecanduan media sosial dan game online juga menimbulkan efek buruk pada kesehatan mental dan kesehatan fisik, seperti kurang nya bergerak dan olahraga yang menyebabkan penyakit tertentu, peningkatan tingkat depresi dan tingkat kecemasan
2. Cyberbullying
Cyberbullying atau perundungan siber adalah perundungan yang terjadi dengan menggunakan perangkat digital seperti ponsel, komputer, dan tablet. hal ini biasa terjadi di media sosial melalui SMS, teks, aplikasi yang memiliki platform chatting, platform game online, dan aplikasi apapun itu yang dapat berhubungan dengan dunia maya cyberbullying perilaku yang berhubungan dengan menakuti membuat marah atau mempermalukan mereka yang lebih lemah atau yang menjadi sasaran. berikut contoh-contoh dari cyberbullying:
- Menyebarkan hoax atau kebohongan tentang seorang remaja di media sosial atau memposting foto dan video memalukan tentang seorang remaja tersebut.
- Mengirim pesan atau ancaman yang bersifat menakuti atau menyakitkan melalui aplikasi yang memiliki platform chatting, menulis kata-kata kasar atau sarkasme pada kolom komentar media sosial, atau memposting sesuatu yang memalukan dan menyakitkan.
- Mengucilkan atau mengecualikan seseorang remaja dari game online, aktivitas online, atau grup pertemanan.
- Menghasut remaja lainnya untuk mempermalukan seorang remaja yang lainnya
- Membuat akun palsu untuk membajak atau mencuri identitas online seseoranguntuk mempermalukan atau membuat masalh yang mengatasnamakan seseorang yang memiliki akun tersebut.
Cyberbullying juga sering terjadi di dalam lingkup remaja apalagi yang sedang mengalami pubertas yang sedang labil. kehidupan remaja yang labil dan rentan terhadap pengaruh dapat membuat mereka terpengaruh kekerasan, antara menjadi pembully atau yang di bully.
3. Gangguan perhatian
Pada zaman perkembangan teknologi ini semakin banyak alat modern contohnya smartphone yang sangat berpengaruh terhadap perhatian orang-orang terutama remaja. remaja yang memiliki smartphone terlalu asyik memainkan gadgetnya dalam jangka waktu yang lama berada di dunia maya dapat mengalami gangguan seperti kesulitan fokus pada dunia nyatanya, akibatnya dapat mengganggu dalam aktivitas sehari-hari dan berdampak pada pelajaran di sekolah. remaja yang berstatus sebagai siswa di sekolah akan mengalami gangguan dalam pembelajarannya yang berakibat turunnya nilai akademis remaja tersebut. terlalu sering nyecroll reels ig dan tiktok juga dapat menyebabkan kerusakan otak atau yang disebut brain rot yang berdampak pada fokus remaja tersebut.
4. kurangnya kontak sosial
Meskipun teknologi memberikan kemudahan untuk berkomunikasi tetapi penggunaannya yang berlebihan juga dapat remaja terisolasi dari lingkungan sosialnya. di zaman perkembangan teknologi ini kita sangat mudah berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya sangat jauh dari kita, tanpa kita sadari kalau ternyata orang yang terdekat kita juga semakin jauh jaraknya dengan kita. remaja-remaja yang terlalu banyak menggunakan gadget lebih banyak menghabiskan waktunya bermain di rumah daripada bermain diluar bersama teman sebaya mereka. bahkan para remaja juga lebih sering menghabiskan waktu mereka di kamar daripada berkumpul bersama keluarga mereka, mereka lebih memilih teman di dunia maya mereka daripada bermain bersama saudara atau berbincang bersama orang tua mereka. kejadian ini sering kali disebut dengan “yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh”. kurangnya kontak sosial dapat menyebabkan masalah pada kesehatan mental seperti stres, kecemasan, depresi, dan semakin mengisolasi dirinya yang akhirnya terjadi penurunan keterampilan sosial (komunikasi, empati, kerja sama) serta perubahan sosial seperti individualisme dan lunturnya gotong royong bahkan bisa sampai risiko penyakit karena seringnya terisolasi yang menyebabkan jarang bergerak seperti contohnya penyakit jantung. jika terus berkelanjutan, bisa berisiko lebih buruk.
5. gangguan tidur
penggunaan gadget juga bisa menyebabkan gangguan tidur, jika remaja terlalu sering menggunakan teknologi apa lagi sebelum tidur itu dapat mengganggu kualitas tidur remaja tersebut. di zaman perkembangan teknologi ini, remaja susah sekali melepas gadget terutama handphonenya sampai mengorbankan waktu tidurnya demi menggunakan handphonenya. pantulan cahaya yang dihasilkan dari layar handphone di malam hari memiliki dampak negatif terutama mengganggu tidur. karena cahaya biru yang dihasilkan pantulan cahaya handphone dapat menekan hormon melatonin, menyebabkan sulit tidur dan kualitas tidur menjadi buruk, dampak lainnya juga dapat merusak mata seperti contohnya mata kering, mata lelah, dan risiko rabun jauh atau miopia. dampak lainnya juga jika menggunakan handphone di malam hari atau di ruangan gelap berpotensi risiko masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan masalah metabolik seperti obesitas jangka panjang karena merusak jam biologis tubuh. pengaruh lainnya dari handphone juga handphone memiliki pengaruh paparan radiasi yang dapat membuat otak tetap terjaga dan menyebabkan insomnia dan gangguan tidur dan mental lainnya.
6. overstimulasi
Di zaman perkembangan teknologi ini, teknologi menawarkan banyak informasi dengan cepat dan mudah. Namun, hal ini dapat menyebabkan overstimulasi informasi yang memiliki dampak negatif seperti kelelahan mental dan fisik yang ditandai dengan sulitnya fokus, kecemasan mudah marah kelelahan ekstrim dan gangguan tidur yang juga menurunkan kemampuan kognitif kita seperti konsentrasi, kemampuan berpikir, dan daya ingat. dengan adanya handphone, yang sering terjadi saat ini adalah para remaja terlalu sering menscroll reels atau video di ig atau tiktok dan terlalu banyak membaca berita, email, dan media sosial dimana saja dan kapan saja, hal ini yang menyebabkanpembusukan otak. Busuk otak inilah yang menyebabkan menurunnya kemampuan kognitif remaja, jika dibiarkan maka akan mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan kemampuan bersosial para remaja. Bahkan jika semakin dibiarkan ini akan menyebabkan tingkat kecemasan dan stres yang lebih tinggi hingga kesehatan mental para remaja juga terancam.
dari hal-hal di atas, sudah sangat banyak dan sering terjadi di semua remaja di dunia bahkan terlebih lagi indonesia, di zaman perkembangan teknologi ini, remaja di indonesia sangat rentan sekali mengalami masalah kesehatan mental. oleh karena itu untuk kita para remaja sudah seharusnya kita mengetahui dan memilah dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi ini, kita harus bisa membatasi penggunaan teknologi yang berlebihan dan mengetahui batasan serta risiko dari penggunaan teknologi yang berlebihan. kita juga harus membuat kebijakan yang bijak untuk penggunaan teknologi, bagaimana cara kita menggunakan gadget dan handphone dengan baik dan benar tanpa mengganggu kegiatan sosial kita dan kesehatan mental kita. serta kita harus mencari dukungan sosial dan konseling profesional dalam menangani masalah kesehatan mental, terutama untuk remaja yang mengalami dampak negatif dari teknologi.
dikutip dari diginusa “Pengaruh Teknologi Terhadap Kesehatan Mental”